John Shepherd-Barron – Sang Penemu Mesin ATM

Posted: September 26, 2010 in Uncategorized

Finance Indonesia people tentu sudah sangat mengenal dengan mesin ATM (Automatic Teller Machine atau Anjungan Tunai Mandiri) dalam melakukan transaksi keuangan saat ini. Pada hari Sabtu 15 Mei 2010 lalu, John Shepherd Barron – Sang Penemu mesin ATM, wafat dalam usia 84 tahun. Untuk mengenang jasa John Shepherd-Barron, warga Scotland, berikut cerita singkat penemuan konsep mesin ATM dan sejarah mesin ATM itu sendiri.

Pada tahun 1965, John Shepherd-Barron secara rutin datang ke bank setiap hari Sabtu pagi untuk mengambil uang. Ia mendapatkan momen “eureka” tersebut tatkala ia terlambat datang ke bank hanya satu menit dan bank tersebut sudah tutup. Pada malam hari, ia berfikir bagaimana cara yang lebih baik untuk transaksi mendapatkan uang tunai. Ia kemudian menghubungkan dengan cara kerja mesin dispenser coklat yang dapat menyediakan coklat setelah dimasukkan koin, menurutnya jika coklat bisa maka uang pun tentunya bisa disimpan dalam mesin dengan cara kerja yang sama.

Shepherd-Barron kemudian mendiskusikan ide temuan tersebut dengan Chief General Manager Barclays Bank. Ia mengemukakan ide tentang mesin otomatis pengambilan uang tunai dengan memasukkan cheque ke dalam slot. Temuan penting lainnya adalah penggunaan Personal Identification Number (PIN), awalnya PIN yang dibuat terdiri dari 6 digit. Tapi karena Caroline Murray, istri John Shepherd-Barron, hanya hafal 4 digit maka PIN ATM pun diubah menjadi 4 digit seperti yang dikenal hingga sekarang.

Setelah disetujui oleh manajemen Barclays Bank, proyek mesin ATM pun kemudian dikembangkan oleh John Shepherd-Barron. Pada tahun 1967, mesin ATM pertama kali beroperasi di Barclays Bank cabang Enfield, London, dan orang yang pertama kali menarik tunai di mesin ATM tersebut adalah Reg Varney, bintang TV Show.

Finance Indonesia people, dari cerita singkat tentang penemuan cara kerja mesin ATM oleh John Shepherd-Barron dapat diambil intisari bahwa penemuan diawali dari peristiwa yang mengecewakan (terlambat datang ke bank) dan penemuan didasari dengan suatu pemikiran yang sederhana (dispenser coklat). Semoga cerita ini selain mengenang jasa John Shepherd-Barron juga dapat menjadi inspirasi dan diambil hikmah oleh Finance Indonesia people.


		

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s